Apple – Sejarah Pendirian dan Kisah Seorang Jenius Bernama Steve Jobs

Apple – Sejarah Pendirian dan Kisah Seorang Jenius Bernama Steve Jobs

posted in: Luar Negeri, Who's Who | 2

Apple Inc. didirikan oleh 2 orang sahabat bernama Steve: Steve Jobs dan Steve Wozniak.

Kemudian bergabung Ronald Wayne. 

Kolaborasi dari kejeniusan otak, ide, kerja keras, uang, dan passion mereka bertiga menghasilkan produk-produk  yang terkenal saat ini seperti komputer Imac, Mackbook, Ipad, Iphone, Ipod dan banyak lagi.

 

Sejarah Awal
Jobs dan Wozniak adalah 2 orang peminat dunia elektronika yang bertemu setelah diperkenalkan oleh seorang teman di tahun 1971.

Wozniak waktu itu berusia 21 tahun dan bekerja di Hewlett Packard, sementara Jobs lebih muda 5 tahun dan sudah bekerja di Atari. Merasa cocok satu sama lain, akhirnya mereka memutuskan untuk memulai bisnis bersama.

Dimulai tahun 1972 ketika mereka menjual sebuah peralatan bernama “Blue Box”. Sebuah alat yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan panggilan jarak jauh di jaringan AT&T secara illegal, tanpa bisa dilacak dan diketahui.

Blue Box adalah sebuah hasil karya iseng dan jahil seharga $100 dari dua orang jenius. Yang berhasil mengerjai infrastruktur dan teknologi senilai ratusan milyar dolar dari seluruh jaringan telpon AT&T di seluruh dunia.

Blue Box secara tidak terduga menjadi sangat popular, khususnya di kalangan kriminal.

Sehingga akhirnya polisi mulai mengendus keberadaan alat tersebut, yang memaksa Jobs dan Wozniak menghentikan penjualan peralatan tadi. Setelah berhasil melakukan penjualan senilai total $6.000.

Terlepas dari aktivitasnya yang illegal, pengalaman tersebut menjadi awal keyakinan mereka akan kekuatan ide, yang pada akhirnya melahirkan Apple di kemudian hari.

Dua tahun kemudian di tahun 1974, Wozniak memperkenalkan sebuah perangkat elektronika Do It Yourself (DIY) buatannya dalam pertemuan di klub computer bernama The Homebrew Computer Club.

Jobs melihat potensi komersial dari alat ciptaan Wozniak tersebut, sehingga mereka kemudian mengerjakannya dengan lebih serius.

Kemudian melengkapinya dengan keyboard dan monitor sehingga bisa berfungsi menjadi sebuah computer sederhana yang siap dipasarkan.

Pada awalnya mereka menawarkan perangkat buatan mereka seharga $ 666.66 ke tempat kerja masing-masing (Hewlett Packard dan Atari).

Namun karena mendapatkan penolakan, maka mereka memutuskan membuat Perusahaan sendiri bernama Apple pada tanggal 1 April 1976. Pada saat itu sudah bergabung juga Ronald Wayne bersama mereka.

Penjualan pertama mereka di dapat dari sebuah toko pemilik jaringan penjualan komputer satu-satunya saat itu, bernama The Byte Shop. Yang memesan sebanyak 50 unit seharga masing-masing $500.

Meskipun penjualan ini sukses, namun menimbulkan krisis keuangan di Perusahaan yang baru berdiri tersebut.

Jobs ingin melanjutkan pembuatan komputer yang diberi nama Apple I, dengan menggunakan hutang, yang tidak disetujui Wayne.

Wayne masih traumatik dengan pengalaman kegagalan dia sebelumnya, sehingga memutuskan keluar dan menjual 10% sahamnya dengan harga sekitar $800. Kalau dihitung dengan nilai Perusahaan sekarang, 10% saham tersebut bernilai sekitar $72 Milyar.

Namun demikian, Jobs & Wozniak tetap melanjutkan mimpi mereka dengan mulai mengerjakan versi selanjutnya, yaitu Apple II di tahun yang sama.

Ide mereka adalah membuat personal computer yang sudah dirakit lengkap yang siap dipakai oleh masyarakat umum, walaupun secara finansial belum siap untuk memproduksinya dalam jumlah banyak.

Sampai kemudian mereka bertemu di akhir tahun 1976 dengan seorang bekas manajer Intel bernama Mike Markkula. Mike setuju untuk mendanai pengembangan produk Apple II dengan menginvestasikan $92 ribu ke dalam Perusahaan.

Disusul dengan persetujuan pinjaman dari Bank senilai $250 ribu serta mendapatkan pendanaan dari investor sebesar $600 ribu, sehingga semua permasalahan permodalan bisa teratasi saat itu.

Di bulan Juni 1977 Apple II mulai dipasarkan dengan harga $1,296 per unit. Dilengkapi dengan rangka plastic, keyboard, kaset penyimpan data, catu daya, dan grafis berwarna.

Apple II menjadi produk yang sangat bagus dengan harga yang mahal. Hal ini membuat penjualan belum begitu bagus, sampai kemudian di tahun 1979 diluncurkan aplikasi VisiCalc khusus secara eksklusif untuk Apple II.

VisiCalc adalah sebuah aplikasi yang dapat melakukan perhitungan matematika, kurang lebih seperti yang dilakukan mesin Point of Sales sekarang, dengan versi yang lebih sederhana.

Apple II mengalami kesuksesan besar dengan total penjualan hampir 6 juta unit dalam waktu 15 tahun masa penjualannya.

Pada tahun 1980, Perusahaan mulai menjual sahamnya ke public, dengan harga $14 per lembar pada saat IPO.

Pada tahun yang sama juga diluncurkan Apple III sebagai penyempurnaan seri sebelumnya. Apple III adalah sebuah produk yang ditujukan untuk kalangan bisnis namun pada akhirnya menjadi salah satu bagian dari produk gagal dan dihentikan produksinya di tahun 1984.

Namun demikian, harga saham Perusahaan melonjak 1.700% setahun dari saat IPO, menjadikan Jobs dan Wozniak milyarder di usia mereka yang masih sangat muda.

apple jobs photo
Photo by anieto2k

 

Lisa, Macintosh, dan Kunjungan Ke Fasilitas Xerox
Meskipun penjualan Apple I dan Apple II sukses besar, Jobs ingin sesuatu yang jauh lebih baik dari hanya sekedar mesin berbasis teks seperti yang dia jual selama itu.

Oleh karena itu di tahun 1979 dia mengunjungi fasilitas pusat penelitian Xerox bernama PARC di Palo Alto Kalifornia.

Dia bisa berkunjung kesana setelah sepakat memberikan 10 ribu lembar saham Perusahaan ke Xerox dengan harga $10 per lembar.

Pada saat kunjungan itulah dia sangat terkesan dengan computer buatan Xerox bernama Xerox Alto.

Xerox Alto memiliki kemampuan grafis antar muka pengguna dan dilengkapi sebuah alat dengan 3 tombol yang disebut Xerox sebagai “Mouse”.

Dan Jobs bertekad untuk bisa membuat sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang telah dilihatnya di situ, dengan mengembangkan sebuah proyek bernama Lisa dan Macintosh.

Pada saat pengembangan Lisa, Jobs sangat terlibat terlalu jauh sehingga bahkan tidak mengindahkan struktur manajemen di Perusahaan.

Sehingga CEO Apple saat itu yang bernama Michael Scott, memutuskan Jobs untuk dikeluarkan dari tim pengembangan Lisa. Sekaligus membebaskannya dari tanggung jawab pengembangan dan penelitian.

Jobs kemudian pindah ke project Macintosh.

Dan lagi-lagi karena sifatnya yang perfeksionis dan tidak bisa diatur, membuat pimpinan proyek saat itu merasa tidak nyaman dan memutuskan keluar. Setelah Jobs membuat perubahan yang melenceng jauh dari yang sudah direncanakan.

Setelah melalui berbagai perubahan sebagaimana yang diinginkan Jobs, Macintosh diluncurkan pada tahun 1984 dan terbukti sangat sukses.

Ketajaman visi, kejeniusan, dan sifat keras kepala Jobs membuahkan hasil yang sepadan, berbanding terbalik dengan Lisa yang gagal di pasaran sehingga produksinya dihentikan.

Macintosh yang dijual dengan harga $2,495 per unit berhasil dijual sebanyak 70 ribu unit sehingga sangat popular saat itu.

Selain karena tampilan dan performanya yang sangat maju untuk ukuran saat itu, bagaimana Macintosh diiklanan juga berpengaruh sangat besar.

 

Steve Jobs Dipecat Dari Perusahaan
Kesuksesan Macintosh sebenarnya juga karena peranan CEO baru John Sculley.

Sculley dibajak Jobs dari Pepsi setelah Jobs berhasil meyakinkan Sculley untuk bergabung dengannya. Sehingga Jobs memiliki peran sangat besar terhadap kepindahan Sculley ke Apple.

Pada saat-saat awal, mereka dapat bekerja sama dengan baik, namun lambat laun terdapat pergesekan yang tajam antara Jobs dan Sculley. Karena perbedaan karakter dan gaya kepemimpinan yang berbeda diantara mereka.

Mereka pada akhirnya sering berseberangan dan berbeda pendapat, misalnya pada saat penentuan harga Macintosh yang awalnya dibanderol $1,995 oleh Sculley dinaikkan menjadi $2,495, sesaat sebelum diluncurkan.

Jobs yang menciptakan tim untuk menciptakan Macintosh memang seringkali berbuat diluar kendali. Sehingga menjadikannya seperti menciptakan perusahaan dalam Perusahaan.

Meski apa yang dilakukannya membuahkan sukses, namun hal tersebut tetap tidak membuat Sculley nyaman. Sehingga dia memutuskan untuk mengeluarkan Jobs dari proyek Macintosh dan mengambil alih tanggung jawab dan peran Jobs diproyek tersebut.

Hal ini membuatnya kemudian merencanakan “kudeta” terhadap kepemimpinan Sculley, yang berbuah pada pembebasan Jobs dari aktifitas Perusahaan.

Karena tidak bisa mendapatkan keleluasaan untuk melakukan apa yang disukainya, tidak lama kemudian Jobs mengundurkan diri dari Apple di tahun 1985

Jobs kemudian mendirikan Perusahaan baru yang bergerak dalam bidang pengembangan komputer berperforma tinggi bernama NeXT.

Sepeninggal Jobs, Macintosh kembali mencatatkan penjualan yang bagus bersamaan dengan peluncuran LaserWriter dan PageMaker. Ini menjadikan Apple menjadi pemimpin pasar Desk Top Publishing (DTP).

Tetapi hal ini tidak berlangsung lama, karena struktur biaya produksi yang tinggi. Disamping juga karena kemunculan banyak pesaing di pasar DTP sehingga produk Apple menjadi tidak kompetitif.

Menghadapi hal tersebut, kemudian diproduksi 3 model Macintosh dengan harga yang lebih murah sehingga meraih kesuksesan penjualan. Ditambah dengan peluncuran laptop Powerbook, yang juga sukses.

Berbagai kesuksesan di atas membuat Perusahaan melakukan ekspansi dengan membuat dan menjual beberapa produk lain. Seperti kamera digital, pemutar CD audio, speakers, konsol video game, dan lain-lain.

Namun sayangnya tidak ada satupun yang sukses di pasaran, disebabkan karena dua hal.

Yang pertama karena masalah internal Perusahaan. Kesalahan strategi, pergantian pucuk pimpinan beberapa kali, dan lain sebagainya.

yang kedua disebabkan oleh kemunculan Microsoft, yang mulai bersinar terang di periode 90an terutama dengan produk Microsoft Windows andalannya.

 

Steve Jobs Kembali
Pada tahun 1996, CEO Apple saat itu yang bernama Gil Amelio memutuskan untuk mengakuisisi Perusahaan NeXT milik Steve Jobs. Yang akhirnya membuat Jobs kembali ke dalam Perusahaan.

Setelah mendapatkan posisi sebagai penasehat, Jobs menjadi CEO setelah Amelio mengundurkan diri karena performa Perusahaan yang buruk selama 3 tahun terakhir.

Pada tahun yang sama, diluncurkan pusat penjualan online Apple.

Disusul peluncuran iMac di tahun 1998 yang kemudian sukses di pasaran. Dengan total penjualan sebanyak 800 ribu unit dalam 5 bulan pertama peluncurannya, sehingga membuat Perusahaan kembali membukukan laba.

Kesuksesan Apple berlanjut di abad 21 dengan diluncurkannya sistem operasi Mac OS X, Ipod, iTunes store, Macbook pro, Iphone, Ipad, dan beberapa produk Apple lain.

Yang hampir semuanya mencatat kesuksesan luar biasa.

Ipod misalnya, terjual lebih dari 100 juta unit. Atau orang yang rela mengantre berhari-hari untuk mendapatkan Iphone model terbaru, dan masih banyak lagi.

Kesuksesan terus berlanjut walaupun Jobs memutuskan mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Di bulan Agustus 2011 Jobs digantikan oleh Tim Cook untuk memimpin Apple.

Steve Jobs, sang jenius perfeksionis akhirnya meninggal dunia pada tanggal 5 Oktober 2011.

Kejeniusan visinya telah membawa Apple dari sebuah garasi menjadi salah satu Perusahaan teknologi raksasa dengan merek paling berharga di dunia.

Meski Jobs sudah tiada, pada saat ini Apple terus melanjutkan kesuksesan dan reputasinya.

Dengan meluncurkan berbagai penyempurnaan, dan inovasi-inovasi baru pada produk-produknya, yang selalu berkualitas dan selangkah lebih maju.