Flickr – Bintang Bersinar Seharga $35 Juta Yang Mulai Meredup

Flickr – Bintang Bersinar Seharga $35 Juta Yang Mulai Meredup

posted in: Luar Negeri, Who's Who | 0

Flickr adalah sebuah hosting situs web 2.0 untuk berbagi foto yang popular di kalangan para blogger sebagai situs tempat mereka dapat menyimpan foto, menandainya, serta mencarinya secara folksonomi.

Situs ini diluncurkan pada tanggal 10 Februari 2004 dalam sebuah acara bernama O’Reilly Emerging Tech Conference oleh sebuah Perusahaan yang berbasis di Vancouver Canada bernama Ludicorp.

Perusahaan tersebut dibentuk oleh pasangan suami isteri Stewart Butterfield dan Caterina Fake. Pada mulanya Ludicorp merancang sebuah tool untuk melengkapi sebuah jenis game produksinya yang bernama Neverending, sebuah game online besar dengan banyak pemain.

Namun demikian dalam perkembangannya proyek Flickr terbukti lebih menjanjikan, sehingga dikembangkan lebih lanjuta sementara game Neverending ditunda pengembangannya. (Butterfield pada akhirnya mengembangkan game serupa bernama Glitch, yang pada akhirnya ditutup di bulan November 2012).

 

Pengembangan Awal
Flickr mengalami beberapa pengembangan sejak peluncurannya di bulan Februari 2004. Ditandai dengan peningkatan batas limit ukuran file foto yang diupload menjadi 1MB di bulan Maret 2004.

Satu bulan kemudian diperkenalkan galeri dan photo streams untuk menampilkan foto terbaru yang diupload.

Selanjutnya sampai dengan akhir tahun 2004 telah ditambahkan fitur tag, komentar, kemampuan menghapus foto, menambahkan grup, serta kemampuan mengelola dan mensortir foto.

Sampai kemudian Yahoo! membelinya seharga sekitar $35 Juta di bulan Januari 2005.

 

flickr photo
Photo by h0lydevil

 

 

Pembelian Oleh Yahoo!
Pada saat Yahoo! menawar untuk membeli, Stewart Butterfield dan timnya dihadapkan pada pilihan sulit. Ada banyak alasan untuk menerima tawaran tersebut, tetapi ada pertimbangan juga untuk menunggu saat yang lebih tepat.

Flickr sejak awal diluncurkan adalah bintang bersinar yang menarik minat Yahoo! dan banyak Perusahaan internet lainnya untuk datang, tetapi belum ada pembicaraan serius mengenai skema pendanaan pada saat itu.

Namun enam bulan kemudian, dengan jumlah pengguna yang melonjak 2 kali lipat setiap bulannya, berbondong-bondong Perusahaan Venture Capital menawarkan pendanaan, termasuk opsi pengambil alihan saham, dimana Yahoo! yang paling serius menunjukkan minatnya.

Ada banyak alasan untuk melanjutkan skema pendanaan dengan beberapa Venture Capital yang sudah ada, karena pada saat itu Flickr mengalami ledakan pertumbuhan yang luar biasa dan tidak memiliki saingan yang nyata.

Facebook masih menjadi mainan Mark Zuckerberg di Harvard sana, dan bahkan, platform popular seperti Blogger juga menggunakannya untuk mengupload foto ke dalam situsnya.

Tetapi di saat yang sama, pada saat itu Yahoo! adalah Perusahaan raksasa dengan Mesin Pencari di internet yang paling besar dan paling popular. Sementara banyak pihak juga masih meragukan keberlangsungan startup semacamnya mengingat bencana Perusahaan dotcom pada masa itu yang masih menghantui para investor.

Teknologi penyimpanan data dan bandwith juga masih mahal, dan teknologi dengan platform open source juga masih belum semantap sekarang. Padahal Flickr sangat menbutuhkan pendanaan untuk menyimpan server-servernya serta mengembangkan teknologinya.

Sehingga dengan menerima tawaran Yahoo! akan membuat masalah terselesaikan. Dan terjadilah kesepakatan pembelian yang menurut rumor senilai $35 Juta itu.

 

Perkembangan Setelah Akuisisi Yahoo!
Setelah akuisisi oleh Yahoo!, terdapat beberapa pembaharuan dan penambahan kapabilitas.

Seperti kemampuan multi bahasa, geotag foto, kemampuan editing foto secara online, peluncuran Flickr video, aplikasi untuk Iphone, Android, penambahan kapasitas penyimpanan gratis sebesar 1TB, peluncuran photo books, dan lain-lain.

Namun sepertinya itu belum cukup. Kenyataan menunjukkan bahwa popularitas Flickr semakin menurun dan minat orang untuk bergabung juga semakin sedikit.

Sebagian analis menyatakan karena Yahoo! tidak menempatkan Flickr sebagai pusat pengembangan media sosialnya. Yahoo! masih mengandalkan Yahoo! 360 untuk itu, yang terbukti keliru, karena pada akhirnya Yahoo! 360 menjadi produk gagal dan akhirnya ditutup.

Padahal Butterfield dan Fake memiliki visi untuk menjadikan Flickr sebagai platform multifungsi untuk berbagi dan berkolaborasi termasuk untuk video dan juga musik.

Namun hal itu tidak mendapatkan pendanaan yang memadai, selain pengembangan berupa penambahan fitur dan video yang tidak memuaskan bagi Butterfield dan Fake. Sehingga pada akhirnya mereka memutuskan keluar dari Yahoo! (otomatis juga keluar dari Flickr) di tahun 2008.

Yahoo! kemudian meneruskan Flickr tanpa mereka, tetapi tidak bisa berkembang, karena Yahoo! sendiri juga tidak berkembang. Yahoo! mengalami permasalahan sangat besar karena kedodoran melawan dominasi Google.

Permasalahan juga menjadi lebih berat karena sekarang Youtube sudah menjadi bagian dari Google, demikian pula Instagram sudah menjadi bagian dari Facebook, dimana popularitas ketiganya jauh melampaui Flickr yang memiliki fitur yang hampir mirip, sekalipun tetap berbeda.

Di masa lalu, tidak ada platform seperti Flickr bagi seseorang yang menggemari fotografi. Dimana dia bisa mengambil foto kemudian menyimpannya dalam satu situs gratis yang bisa diakses kapanpun, dimanapun, kemudian mengedit dan membagikannya.

Tidak ada lawan yang sepadan saat itu. Tetapi sekarang sudah ada Instagram, dan juga ada Google Photos.

Sebenarnya, Flickr telah membuat langkah bagus beberapa saat lalu pada saat memberikan kapasitas penyimpanan 1 Terabyte dan fasilitas Uploadr. Uploadr adalah sebuah sarana yang memungkinkan pengguna untuk mengupload banyak file termasuk folder ke dalam akun mereka.

Namun di bulan Maret 2016 yang lalu layanan gratis tersebut ditiadakan, dan hanya akan tersedia bagi konsumen Pro dengan biaya $35 per tahun.

Angka yang relatif tidak besar sebenarnya, tetapi kebijakan mengubah fitur layanan andalan yang dulunya gratis menjadi berbayar telah membuat psikologis konsumen tidak rela.

Sementara sekali lagi sudah ada Instagram yang gratis dan terintegrasi dengan Facebook, serta juga sudah ada Google Photos, yang kesemuanya menawarkan apa yang telah diberikan Flickr.

Tanpa konsumen mengeluarkan uang sepeserpun untuk menggunakannya.

Flickr memang masih bagus dan mungkin masih menarik, tetapi barangkali nasibnya sekarang seperti buku album foto jadul yang hanya disimpan di lemari.

Selamat tinggal Flickr. Selamat datang Google Photos.

 

Ada komentar atau yang lain? Silakan lho…